Pusat Pelayanan:

Buka Ujian Santri Akhir, Pimpinan Pesantren Ingatkan Perjuangan Orang Tua di Tengah Pandemi

Wajib Baca

Sambut Harlah 20 Tahun, Pesantren Al Manar Adakan Lomba Desain Logo

ALMANAR.PONPES.ID –  Dalam rangka menyambut harlah ke 20 tahun, Pesantren Modern Al Manar menggelar lomba desain logo dengan total hadiah...

Begini Suasana Buka Puasa Ayyamul Bidh Santri Al Manar

ALMANAR.PONPES.ID – Sabtu, (27/3/2021), seluruh santri dan dewan guru Pesantren Modern Al Manar melaksanakan puasa bersama Ayyamul Bidh.Kegiatan buka puasa...

Syeikh Ahmad Taufiq Al-Hajj dari Palestina Kunjungi Pesantren Al Manar, Ini Pesan Beliau Untuk Santri

ALMANAR.PONPES.ID – Syekh Ahmad Taufiq Mahmoud Al Hajj, yang berasal dari Negara Palestina, Jum’at malam, (26/3/2021) mengunjungi Pesantren Modern Al...

ALMANAR.PONPES.ID – Selain menegaskan masalah sistem dan disiplin pesantren dalam pembukaan ujian santri kelas akhir, tadi pagi, Sabtu, (31/10/2020), Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. Ikhram M. Amin, M.Pd juga memotivasi santri untuk lebih sungguh-sungguh dalam belajar sembari mengingat jasa dan perjuangan orang tua, terkhusus di tengah masa pandemi, covid-19 ini.

Kepada santri kelas akhir yang menghadapi ujian beliau meminta agar mengikuti ujian dengan serius, belajar dengan sungguh-sungguh, agar senantiasa mengingat jerih payah orang tua selama pandemi ini, agar mengingat perjuangan orang tua dalam mencari rezeki demi membiayai pendidikan anaknya selama di pesantren.  

“anak-anak kami yang kami cintai, kalian harus belajar dengan serius, ingat jasa orang tua yang telah mengeluarkan banyak biaya untuk kalian, mungkin sebahagian kalian ada yang mampu, tak seberapa berapa biaya yang dikeluarkan orang tuanya, tapi bukan nilainya yang kita hitung, tapi perjuangan orang tua, doa orang tua, air mata dan usaha mereka untuk kalian, itu yang harus kalian hitung”ujarnya

Beliau juga sedikit menggambarkan kepada santri bagaimana susahnya keadaan bertahan hidup di tengah pandemi covid-19 , dinamika dunia kerja dan ekonomi yang tak menentu. Penghasilan orang tua yang tidak maksimal, ada yang bangkrut, ada yang rugi bahkan ada yang di-PHK oleh perusahaannya.

Dalam amanat singkat pembukaan ujian tersebut, sedikit banyaknya beliau menjelaskan kepada santri betapa susah dan melaratnya keadaan ekonomi masyarakat kecil saat ini yang hidup di tengah pandemi, termasuk keadaan sebagian banyak wali santri, yang selama ini mengalami kendala dalam melunasi biaya pendidikan anaknya di pesantren.

pimpinan pesantren memotivasi santri dalam pembukaan ujian santri kelas akhir

Pimpinan pesantren berusaha menyadarkan santri untuk memahami keadaan yang serba sulit selama ini, beliau mencoba mengetuk pintu hati santri agar benar-benar meresapi dan merasakan kesusahan orang tua wali santri selama ini, yang oleh orang tua mungkin menutupi keadaan yang sebenarnya di hadapan anak-anaknya,  yang bahkan selalu berusaha tampil bahagia didepan buah hatinya, selama anaknya semangat dan sungguh-sungguh dalam belajar.

Harapannya, para santri benar-benar paham kondisi saat ini dan mereka akan lebih semangat lagi dalam belajar, berusaha dan mendoakan kedua orang tua. Pimpinan pesantren meminta kepada santri agar mengubah kesusahan orang tua menjadi kebahagiaan dengan lebih gigih dan tekun dalam menuntut ilmu.

“maka anak-anak kami, wujudkanlah perjuangan orang tua dalam perjuangan kalian dalam belajar, kalian harus sungguh-sungguh dalam belajar, kalian harus mendapatkan prestasi di pesantren ini, banggakan kedua orang tua kalian” pungkasnya dengan penuh semangat.

Selama pandemi ini, mungkin bagi sebagian orang tua wali santri, sebesar apapun kendala yang dihadapi tidak terlalu berarti dibanding dengan kebahagiaan mereka ketika melihatnya anaknya betah di pesantren,belajar sungguh-sungguh dan berprestasi. Namun, pihak pesantren sangat memahami kondisi saat ini, hanya saja karena pesantren dengan kemampuan finansialnya juga masih terbatas, terkadang tidak bisa membantu atau meringankan beban wali santri, khususnya masalah biaya pendidikan.

Kepada wali santri dihimbau agar tidak menunda-nunda melunasi biaya pendidikan, agar jangan menunggak, sehingga akan lebih susah lagi melunasinya kalau sudah menumpuk. Bagaimanapun keadaan saat ini kewajiban hak anak tetap harus dipenuhi, jika ada kendala orang tua diminta untuk memberitahu kepada pihak pesantren, jangan sampai melepas tangan. Pesantren sangat berharap kepada tua agar menyicil sedikit demi sedikit untuk biaya pendidikan santri, jangan sampai telat atau menunggak berbulan-bulan, sehingga dapat memberatkan lagi para wali santri.

Pesantren dengan segala kebijakannya sudah berusaha maksimal agar para orang tua jangan sampai telat bayar SPP sesuai jadwal dan ketentuan yang telah berlaku. Karena pesantren terus bergerak, roda terus berputar, dapur santri harus selalu berasap, semua santri akan menerima hak yang sama, maka jika ada yang menunggak maka pihak pesantren akan kewalahan untuk menutupi penunggakan tersebut, sedangkan biaya operasional pesantren dalam segala sektor terus berjalan setiap harinya, setiap minggunya dan setiap bulannya. Harapannya, semua wali santri agar dapat memahami sistem pesantren yang sudah berlaku, apapun kebijakannya, semua ini untuk kebaikan pesantren, untuk kepentingan bersama.     

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sambut Harlah 20 Tahun, Pesantren Al Manar Adakan Lomba Desain Logo

ALMANAR.PONPES.ID –  Dalam rangka menyambut harlah ke 20 tahun, Pesantren Modern Al Manar menggelar lomba desain logo dengan total hadiah...
- Advertisement -

Lebih Banyak Artikel Seperti Ini