Pusat Pelayanan:

Sampaikan Nasehat Liburan Santri , Ust. Ikhram M. Amin : Liburan Adalah Dakwah

Wajib Baca

Santri Al Manar Raih Juara Satu Cabang Fahmil Quran di Festival PAI

ALMANAR.PONPES.ID – Santri Pesantren Modern Al Manar berhasil meraih juara satu cabang Fahmil Quran pada Festival PAI(Pendidikan Agama Islam) di Universitas...

Santri Pesantren Al Manar Antusias Mengikuti Vaksinasi

ALMANAR.PONPES.ID – Selasa, 28 september 2021, Pesantren Modern Al Manar menggelar vaksinasi covid-19, untuk santri dan dewan guru di aula pesantren...

Santri Akhir Pesantren Al Manar Ikuti Ujian TOEFL dan TOAFL

ALMANAR.PONPES.ID – Bagian Bahasa Pesantren Modern Al Manar mengadakan ujian TOEFL (Test Of English Foregent Language) dan TOAFL (Test Of Arabic...

ALMANAR.PONPES.ID – Sudah menjadi sunnah pesantren menjelang liburan, seluruh santri dibekali dengan pesan dan nasehat, yang disampaikan oleh pimpinan pesantren. Nasehat tersebut untuk mengingatkan santri tentang etika, adat istiadat dan nilai pendidikan pesantren.

Meskipun dalam masa liburan, bukan berarti pesantren tidak memperhatikan santri ketika liburan, sebab meskipun sedang berlibur santri haruslah tetap menjaga kesantriannya serta beretika. Untuk tujuan itulah diadakan pesan dan nasehat menjelang liburan semester pertama.

Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. Ikhram Amin, M.Pd dalam pesan dan nasehatnya, Rabu Malam, (16/12/2020) mengatakan bahwa liburan bagi santri merupakan momen untuk berdakwah, untuk mensyiarkan nilai-nilai pendidikan pesantren. Dan dakwah terbaik menurut beliau adalah dengan memberi suri tauladan yang baik (uswatun hasanah) kepada orang lain atau masyarakat.

“Liburan adalah dakwah, dan dakwah terbaik adalah memberi suri tauladan yang baik, memberi uswatun hasanah kepada yang lain, kepada masyarakat, orang tua atau orang-orang terdekat” Ujarnya dihadapan seluruh santri.

Kepada santri beliau menekankan tentang pentingnya etika dan menjaga akhlak selama di kampung halaman, tetap memegang teguh nilai-nilai pendidikan pesantren.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa liburan bukanlah berhenti dari totalitas kegiatan pesantren, melainkan hanya perpindahan tempat saja dari pesantren ke rumah, sedangkan kegiatannya tetap dipraktekkan, diamalkan setiap kegiatan yang ada di pesantren,baik itu dalam hal ibadah maupun cara muamalah.

Kepada orang tua beliau berpesan untuk selalu aktif mengawasi anaknya masing-masing selama di rumah, baik itu dalam pergaulan maupun dalam kegiatan ubudiyah.

Menjadikan Liburan Sebagai Sarana Dakwah

Kegiatan dakwah adalah hal yang dianjurkan oleh agama bagi umat islam, dengan dakwahlah terketuk hati manusia untuk mengenal siapa Tuhan mereka, dengan dakwahlah pintu-pintu hidayah bagi hamba-hamba Allah yang khilaf. Maka, liburan adalah momen yang sangat efektif untuk berdakwah, menyebarkan inspirasi beribadah kepada yang lain, menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat, kerabat, sahabat dan keluarga. Dan yang tidak kalah penting adalah member suri tauladan yang baik kepada masyarakat.

Para santri memiliki tempat spesial di hati masyarakat saat mereka pulang ke kampung halaman. Para santri tidak jarang diminta untuk menjadi imam di surau atau mesjid bahkan untuk mengisi ceramah bahkan pengajian. Dari sini kita bisa lihat bahwa santri mempunyai tugas yang besar saat kembali ke kampung halaman masing-masing, kontribusi dan partisipasi para santri penantian masyarakat.

Liburan Untuk Belajar

Selain sebagai momen untuk berdakwah, liburan juga bisa dimanfaatkan oleh santri sebagai kesempatan untuk belajar, mengingat keilmuan para santri masih sangat terbatas. Maka tidak salahnya para santri mengikuti pengajian-pengajian yang ada di kampung halamannya. Mendatangi guru-guru untuk belajar selain ilmu yang diajarkan di pesantren, berbaur dengan masyarakat belajar tentang ilmu kehidupan.

Bersilaturahmi dengan orang-orang yang dituakan (teungku atau imum chik gampong, tokoh masyarakat) di kampung halaman, minta nasehat mereka sebagai tambahan untuk kehidupan yang lebih baik. Selain itu, para santri juga bisa mengikuti aneka kegiatan atau kursus yang diadakan di kampungnya masing-masing. Tidak salah bagi santri mengisi liburan dengan kegiatan bersifat mendidik.

Maka, liburan bagi santri bukanlah liburan semata. Tapi bagaimana caranya memanfatkan liburan sebagai momen untuk refreshing dan memanfaatkannya untuk berdakwah dan belajar agar liburannya benar-benar bermakna dan produktif.

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Santri Al Manar Raih Juara Satu Cabang Fahmil Quran di Festival PAI

ALMANAR.PONPES.ID – Santri Pesantren Modern Al Manar berhasil meraih juara satu cabang Fahmil Quran pada Festival PAI(Pendidikan Agama Islam) di Universitas...
- Advertisement -

Lebih Banyak Artikel Seperti Ini