Sejarah

 

SEJARAH PENDIRIAN

Dari sebuah Gampong di pinggiran Kota Banda Aceh, berdirilah sebuah lembaga pendidikan yang memberikan kontribusi nyata bagi umat, sebuah Lembaga Pendidikan Agama Islam dengan sistem boarding school atau dikenal dengan sistem pendidikan berasrama. Lembaga Pendidikan tersebut bernama Pesantren Modern Al Manar. Berada Gampong Lampermei, Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Pesantren ini didirikan atas prakarsa H. Azhar Manyak atau yang lebih dikenal Abu Manyak, seorang wirausaha kelahiran Aceh Besar yang sukses di dunia usaha sejak tahun tujuh puluhan.

Lembaga ini dibangun pada tahun 2000 atas dasar keprihatinan beliau terhadap anak anak yatim piatu korban konflik. Pada tahun 1999 dengan niat yang tulus beliau berkomunikasi dengan Prof. Dr. Safwan Idris, MA yang pada saat itu beliau masih menjabat sebagai Rektor IAIN Ar- Raniry untuk mengutarakan niatnya membangun sebuah lembaga pendidikan yang santrinya terdiri dari anak-anak yatim. Melalui kumunikasi ini, beliau ingin mendirikan sebuah Panti Asuhan di Aceh Besar. Atas saran Prof. Dr. Safwan Idris, MA pada waktu itu, agar lembaga pendidikan yang akan didirikan kelak dikelola oleh alumni Pondok Modern Gontor yang dianggap sudah berpengalaman dalam membina anak-anak dalam sistem beasrama. Sehingga dalam hal ini Abu Manyak diminta untuk berkomunikasi dengan Alumni Gontor yaitu Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin selaku ketua Ikatan Alumni Pesantren Modern (IKPM) Gontor dan Tgk. Syarifuddin selaku sekretaris IKPM mengenai kesanggupan mereka dalam membina lembaga pendidikan ini di kemudian hari. Ust. Fakhrudin akhirnya meminta waktu kepada Abu Manyak agar niat baik beliau untuk dimusyawarahkan dengan beberapa anggota IKPM lainnya.

Setelah bermusyawarah dengan teman-teman alumni Gontor lainnya, serta melihat keseriusan dan pengorbanan Abu Manyak yang begitu besar maka Tgk. H. Fakhruddin mengatakan di hadapan teman-teman IKPM bahwa alangkah naifnya jika seseorang diberikan kelebihan ilmu walaupun sedikit tidak digunakan untuk membantu kemashlahatan umat, terutama membantu kelangsungan pendidikan anak-anak yatim. Maka pada waktu itu (2000) teman-teman alumni Gontor tergugah hatinya dan menyanggupi untuk ikut serta dalam membina pesantren ini. Maka pada tahun 2001 bulan Juli resmilah lembaga pendidikan ini dimulai. Lembaga ini bernama Pesantren Modern Al Manar.

Al Manar sendiri berasal dari kata Arab nawwara-yunawwiru yang atinya cahaya atau nur sedang manaara yang berarti tugu yang memancarkan cahaya, dengan penafsirannya bahwa Pesantren ini nantinya diharapkan dapat memancarkan cahaya bagi umat ini dalam melahirkan generasi Islam di Aceh khususnya dan di Indonesia serta ke seluruh penjuru dunia. Kata-kata Al Manar juga diilhami dari tugu yang berdiri sebelum Pesantren dibangun yang dahulunya dinamakan Tugu Bungong Jeumpa. Dan nama tugu tersebut akhirnya menjadi nama Yayasan yang didirikan oleh Abu Manyak yaitu Yayasan Bungong Jeumpa.

 

Pada awalnya (2001) Pesantren Modern Al-Manar hanya menerima santri putra yang berjumlah 71 santri. Sedangkan santri putri baru diterima pada tahun pelajaran 2009/2010. Pesantren Modern Al-Manar menerima santri putri perdana atas permintaan wali santri dan masyarakat sekitar.

Dan pada tahun ke empat belas ini jumlah santri mencapai 450 santri (terdiri dari 238 Santri Putra dan 152 Santri Putri) yang terdiri dari 89 santri yatim dan yatim piatu, sedangkan 361 santri lainnya adalah santri umum dengan biaya mandiri.

Pesantren Modern Al-Manar yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Islam dan Penyantunan Anak Yatim “Bungong Jeumpa” adalah sebuah lembaga pendidikan Islam swasta dengan motto berdiri di atas dan untuk semua golongan, tidak berpihak pada golongan, aliran dan partai manapun. Pesantren Modern ini bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan menciptakan insan kamil yang memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual demi pembangunan agama, bangsa dan negara. Pesantren Modern ini adalah lembaga pendidikan formal terpadu dimana santrinya bermukim di asrama.

TEMPAT DAN WAKTU PENDIRIAN

Tahun 2001 resmilah Pesantren Modern Al-Manar berdiri di Desa Lam Permei Cot Irie Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Lembaga Pesantren yang bersistem asrama ini bernaung di bawah Yayasan Bungong Jempa di atas tanah seluas 4,2 hektar dengan Akte Notaris No. 30 tanggal 11 Oktober 2000, dan dipimpin Oleh Tgk. H. Fakhruddin sebagai Pimpinan Umum serta Tgk. Syarifuddin sebagai pimpinan Operasional. Pada awalnya Pesantren Modern Al Manar memiliki empat bagian pokok: 1) Bagian Pengasuhan Santri dijabat oleh Ust. Jamhuri dan Ust. Ikhram, 2). Bagian Pengajaran dijabat oleh Ust. M. Syafrizal dan Ust. Edi Azhar. 3). Bagian Keuangan dijabat Ust. Fadhil Ahmadi , 5.) Bagian Pengerak Bahasa dijabat oleh Ust. Muthi’illah dan 4.) Bagian Kemakmuran Mesjid dijabat Ust. Muliadi Kurdi, serta Penggung Jawab Dapur adalah Syamsuddin Gano. Pesantren Modern Al Manar diresmikan pada tanggal 23 Juli 2001 oleh Drs. Sayuti IS, MM yang pada waktu itu menjabat sebagai Bupati Aceh Besar.

KONDISI LINGKUNGAN SOSIAL PESANTREN

Pesantren Modern Al-Manar yang berdiri pada tahun 2001 ini terletak   di kawasan yang sangat strategis, termasuk wilayah kota Madya Banda Aceh walaupun secara tata pemerintahan berada di wilayah Aceh Besar. Namun kedekatan pesantren ini dengan lembaga-lembaga pendidikan lain dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan Perguruan Tinggi membuat Pesantren Modern Al-Manar semakin dikenal oleh berbagai kalangan. Dan lebih dari itu para alumninya sebahagian besar mahasiswa UIN Ar-Raniry dan juga Universitas Syiah Kuala, , beberapa perguruan tinggi lainnya di wilayah ibu kota Provinsi Aceh dan juga diluar negeri seperti, Mesir, Tunisia, Oman dan Malaysia.

Masyarakat sekitar pesantren rata-rata mendukung keberadaan pesantren ini, karena dalam acara dan kegiatan keagamaan mereka selalu mengundang para santri untuk ikut serta berpartisipasi dalam meramaikan dan mengisi acara, terlebih lagi pada bulan-bulan tertentu, seperti halnya Ramadhan dan Maulid Nabi.Pesantren Modern Al-Manar berada pada kawasan yang terpisah dari perkampungan penduduk dan saat ini sudah mulai berkembang pesat. walaupun saat ini perkembangan secara fisik dan bangunan cenderung melamban akan tetapi jumlah keseluruhan santri yang ada pada pesantren ini berkisar antara 300-400 santri setiap tahunnya.

DASAR PEMIKIRAN

Latar belakang pemikiran pendirian Pesantren Modern Al-Manâr secara umum dapat digambarkan sebagaimana berikut :

  1. Sejarah telah mencatat bahwa Aceh sejak berdirinya kerajaan Aceh dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan, pendidikan dan pemikiran keagamaan yang telah memberi pengaruh bukan hanya bagi masyarakat Nusantara melainkan bagi masyarakat mancanegara.
  2. Usaha umat Islam dewasa ini dalam menghadapi tantangan pendidikan agama, tantangan modernitas, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di daerah Aceh belum mencapai sasaran optimal.
  3. Kader-kader muslim yang memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual, yang memiliki ketangguhan ilmu dan iman semakin langka di bumi Nanggroe Aceh Darussalam ini.
  4. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang komunikasi dan globalisasi, telah menggeser tatanan norma-norma sosial dan nilai-nilai kebudayaan Islam serta akhlak remaja muslim, khususnya di Provinsi Aceh.

MAKSUD DAN TUJUAN PENDIRIAN
Maksud dan tujuan pendirian Pesantren Modern Al-Manar adalah :

1. Membentuk manusia beriman, berilmu dan bertakwa kepada Allah SWT serta menghayati dan mengamalkannya sesuai dengan tuntunan al-Qur’ân dan al-Sunnah.
2. Membentuk kader muslim yang memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual, memiliki ketangguhan ilmu dan iman, dan bertanggung jawab terhadap pembangunan masyarakat madani, agama, bangsa dan negara.
3. Membangun sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan agama Islam dan ilmu pengetahuan umum, memiliki ketrampilan memadai, memahami dan menghayati ajaran al-Qur’ân dan al-Sunnah.

SASARAN DAN TARGET PENDIDIKAN
Pesantren Modern Al-Manâr bertekad agar para santri setelah menyelesaikan pendidikan mencapai sasaran dan target sebagaimana berikut :
1. Mempersiapkan individu-individu yang unggul dan berkualitas menuju terbentuknya khaira ummah.
2. Menciptakan dan mempersiapakan sumber daya insani yang menguasai ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang, menguasai Bahasa Arab sebagai bahasa agama dan bahasa Inggris sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Memiliki ketrampilan komputer, agribisnis, arsitektur Islam dan komputer sesuai dengan perkembangan modernitas.
4. Bagi santri yang berprestasi dan memiliki kemampuan, diharapkan dapat melanjutkan studinya ke perguruan tinggi ilmu agama atau umum, baik di dalam maupun di luar negeri.

KURIKULUM DAN SISTEM PENDIDIKAN
Pesantren Modern Al-Manâr menganut sistem pendidikan terpadu antara kurikulum Nasional Depag RI/Depdiknas, kurikulum dayah tradisional Aceh dan kurikulum Gontor, dengan prinsip kontinuitas dan profesionalitas seiring dengan kurikulum yang berkembang. Jenjang pendidikannya terdiri dari tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, di mana santri dapat mengikuti UAN MTs pada tahun ketiga dan UAN MA pada tahun keenam.

Selain pendidikan kurikuler di atas, pesantren modern Al-Manâr juga menerapkan pendidikan ekstrakurikuler dengan tujuan untuk memberikan bekal ketrampilan bagi santri, antara lain; latihan pidato 3 bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia), tahfidh al-Qur’ân dan latihan seni baca al-Qur’ân, pengajian kitab kuning, kepanduan atau pramuka, ketrampilan operasi komputer, olah raga (bola kaki, bola voli, basket, tenis meja, sepak takraw), seni bela diri dan seni rapai Aceh, latihan berorganisasi, aneka perlombaan (cerdas cermat, lomba pidato, lomba baca kitab kuning, pertandingan olah raga), ketrampilan furniture, arsitektur dan perkayuan, ketrampilan koperasi, agribisnis dan pertanian.


TENAGA KEPENDIDIKAN
Untuk mendukung suksesnya proses pembelajaran, Pesantren Modern Al-Manâr dikelola langsung oleh Alumni Pondok Modern Gontor, di mana tenaga pendidikannya terdiri dari; asatidz alumni Gontor; asatidz alumni Pondok Alumni Al-Manar, asatidz alumni IAIN Ar-Raniry, asatidz alumni FKIP Unsyiah, ustadz alumni FKIP UGM Yogyakarta dan asatidz alumni Pesantren Salafiyah Aceh, seperti Dayah Darussalam Labuhan Haji dan Budi Lamno.

Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kualitas tenaga kependidikan di Pesantren Modern Al-Manar, manejemen pendidikan pesantren senantiasa mengutus para gurunya untuk mengikuti diklat, kursus dan seminar yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun oleh NGO yang senantiasa memberikan kepedulian pada lembaga pendidikan. Di samping itu pula, menejemen pesantren juga menyelenggarakan pembekalan, diklat metodologi pembelajaran dan bimbingan kurikulum setiap tahunnya.


FASILITAS PESANTREN MODERN AL-MANAR
Fasilitas yang dmiliki leh pesantren :
1. Mesjid Jami’ Al-Manar berkapasitas 1500 jamaah seluas 480 M2, sebagai pusat ibadah sekaligus sentral pembinaan mental spiritual santri.
2. 11 Ruang Kelas Belajar (RKB) ukuran @ 8×9 m sekaligus digunakan untuk tempat kegiatan ekstrakurikuler dan masih membutuhkan 5 RKB lagi, karena jumlah kelas semua ada 16 kelas, dan selama ini kelas yang digunakan balai pengajian dan gedung bantuan China yang sudah tidak layak pakai.
3. 1 Ruang Organisasi, ruang kerja dan musywarah pengurus organisasi santri.
4. 4 unit asrama berkapasitas 400 santri putra.
5. 1 unit asrama 3 lantai berkapasitas 200 santri putri dan 1 Unit Asrama Putri 1 lantai.
6. 1 Unit Balai Pengajian.
7. 1 Unit Dapur Umum (Semi Permanen) untuk santri putra dan Putri.
8. 1 unit kantor pesantren dan sekaligus kantor Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah.
9. 4 unit rumah guru sekaligus rumah pimpinan yang sangat sederhana.
10. 3 unit kamar mandi dan 40 WC untuk santri putra.
11. 3 unit kamar mandi dan 15 WC untuk santri putri.
12. Fasilitas Olaharaga :
1 Lapangan Bola Kaki
1 lapangan basket
1 lapangan futsal sederhana
1 unit lapangan Volly
13. Fasilitas Pendukung :
1 unit sumur Bor
1 Unit Genset Pembangkit Listrik
1 unit koperasi pelajar
14. 1 Mobil Mini Bus bantuan pinjaman lunak BMM dan IDB


MODEL KEGIATAN EKONOMI PRODUKTIF
Kebutuhan sehari-hari para santri dan penguru pada umumnya hanya di falitasi dengan adanya koperasi yang sangat sederhana dan kurang memadai. Serta beberapa kolam ikan lele yang dicoba untuk di rintis bersama Islamic Relief, begitu juga perkebunan sayur mayur mengingat lahan yang masih luas.


PROGRAM UNGGULAN
Adapun program unggulan yang telah berjalan diantaranya :
a. Program kaderisasi pengurus dan pemimpin ummat dengan selalu meningkatkan kualitas para alumni dari sisi spiritualitas dan intelektualitas. Maka dari tu di pesantren ini ada beberapa alumni ataupun santri yang baru tamat diamanati untuk menjadi pengurus dan guru serta ikut serta membantu mengelola pesantren ini.

b. Tahfidzul Qur’an, dengan membentuk program hafalan secara terbimbing dan terencana dan ditangani oleh ahli dalam bidangnya. Dengan demikian para santri yang telah hafal Al-Qur’an akan memliki pijakan yang kuat untuk menempuh studi kelanjutan pada jenjang yang lebih tinggi.
c. Program pemantapan bahasa asing, yaitu dengan disiplin ketat dalam berbahasa arab dan inggris agara para santri dapat memahami pelajaran yang disampaikan dengan dua bahasa tersebut dab juga menjadi bekal untuk melanjutkan studi karena kedua bahasa tersebut merupakan bahasa interaksi Internasional. Dengan demikian ilmu pengetahuan keislamana yang berbahasa Arab dapat dimiliki sepenuhnya namun ilmu peengetahuan dan teknologi yang berbahsa inggris pun dikuasai.


SUMBER DANA
Sebuah lembaga yang besar tidak terlepas dari dana dan pembiayaan yang professional. Begitu juga dengan sistem Pesantren yang santrinya wajib berdomisili di Pesantren dan dikawal secara berdisiplin selama 24 jam setiap harinya, maka hal ini membutuhkan dana dan biaya, karena santri selain tidur, juga makan di pesantren selama tiga kali dalam sehari semalam. Dana dalam pengelolaan Pesantren Modern Al Manar antara lain berasal dari:
a. Yayasan Bungong Jempa.
Setiap anak yatim fakir dan telah dinyatakan lulus oleh Pesantren, maka semua biaya mulai dari Pembangunan, makan, tempat tidur serta SPP ditanggung penuh oleh Yayasan Bungoeng Jempa, dalam hal ini H. Azhar Manyak.
b. Wali Santri
Santri umum selain anak yatim, maka menjadi tanggungan walinya untuk membayar uang makan dan PP santri sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati oleh pengurus pesantren. Sedangkan beberapa fasilitas lainnya merupakan subsidi dari Yayasan Bungong Jempa seperti, ranjang dan lemari.
c. Pemerintah.
Dana selanjutnya berasal dari pemerintah, baik itu dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dana hibah yang disalurkan oleh pemerintah melaui sekolah atau madrasah tetap dikelola dibawah pesantren, Pesantren Modern Al-Manar membawahi dua lembaga Formal yaitu MTsS Al Manar dan MAS Al Manar, keduanya mengelola dana tersebut secara professional. Seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah yang di kenal dengan BOS atau Bantuan Operasional Madrasah (BOM) semua dikelola secara professional dan akuntabel untuk kegiatan dan kebutuhan Madrasah sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) oleh pemerintah.
d. Koperasi Pelajar, Kantin dan Unit Usaha Pesantren Lainnya.

KEADAAN SANTRI PESANTREN MODERN AL-MANAR
Santri Pesantren Modern Al-Manar pada tahun k-14 ini berjumlah 450 santri (putra dan putri) dengan perincian; 89 santri yatim piatu, yatim fakir, piatu dan fakir yang latar belakangnya anak korban tsunami, korban konflik dan lain-lain atas biaya Yayasan Bungong Jeumpa dan bantuan para donatur, dan 361 lainnya merupakan santri umum yang dibiayai oleh orang tua mereka masing-masing dimana kemampuan finansial mereka trgolong masyarakat ekonomi lemah. semua santri bermukim di kampus Pesantren Modern Al-Manar yang diatur dengan disiplin dan nilai-nilai ukhuwah islamiyah. Mayoritas santri berasal dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, selainnya berasal dari Aceh Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Aceh Singkil.

Untuk menghimpun potensi para santri dibentuklah organisasi santri yang dikenal dengan OSPA ( Organisasi Santri Pesantren Al-Manar) sebagai wahana belajar memimpin, berkreasi, menggali potensi dn bakat, bermusyawarah dan membantu dewan guru dalam menjalankan tugas-tugas pesantren.


ORGANISASI SANTRI
Pesantren Modern Al Manar mengajarkan pendidikan berorganisasi kepada santrinya. Santriya kelas V atau Kelas II Aliyah diberi kepercayaan oleh Pimpinan Pesantren dan Dewan Pengasuh Pesantren untuk membantu Pimpinan dan Asatizah untuk membimbing adik-adik kelasnya dalam menjalankan disiplin dan sunnah-sunnah Pesantren. Mereka dibina oleh para asatiz sesuai dengan bagian mereka masing-masing, Di awal tahun berdirinya Pesantren Modern Al Manar, Organisasi Santri Pesantren Modern Al Manar atau disingkat dengan (OSPA) belum terbentuk, karena setiap bagian diasuh secara langsung oleh para Asatiz, baru pada tahun ketiga atau tepatnya tahun 2004 dikukuhkan dan diresmikan organisasi Pesantern Modern Al Manar Oleh Pimpinan Pesantren Tgk . Syarifuddin atas prakarsa Ust. Ikhram dan Ust M. Syafrizal yang pada saat itu mereka dipercayakan oleh Pimpinan untuk menjabat sebagai Kepala Pengasuhan dan Kepala Pengajaran Pesantren Modern Al Manar, Organisasi Santri Pesantren Modern Al Manar (OSPA) pada saat itu dipegang oleh santri kelas III Tsanawiyah, dikarenakan belum adanya santri ditingkat Aliyah.

Dalam pembinaannya OSPA berada langsung dibawah Bagian Pengasuhan Santri, sehingga setiap anggota OSPA yang melanggar disiplin dan sunnah-sunnah Pesantren langsung mendapatkan hukuman dari Bagian Pengasuhan Santri, maka secara tidak langsung semua santri Al Manar tidak ada yang kebal dari hukuman atau pembinaan bagi mereka yang melanggar Disiplin Pesantren.
Saat ini Organisasi Santri Pesantren Modern Al Manar terdiri dari 13 bagian yang terdiri dari : 1).Bagian Keamanan, 2).Bagian Penggerak Bahasa, 3).Bagian Penerangan, 3).Bagian Ta’mir Mesjis, 4).Bagian Dapur, 5).Bagian Olahraga, 6).Bagian Koperasi Pelajar, 7).Bagian Kantin, 8). BagianKesehatan, 9).Bagian Perpustakaan, 10).Bagian Diesel, 11).Bagian Kebersihan Lingkungan, 12).Bagian Kesenian. 13).Koordinator

KIPRAH ALUMNI
Pesantren Modern Al Manar telah memberi kontribusi nyata dalam pembangunan umat khususnya di Aceh dewasa ini, setelah menyelesaikan study selama enam tahun lamanya para santri tetap diperhatikan kiprahnya, bahkan Pesantren Modern Al Manar melalui pimpinan Pesantren mengangkat salah seorang ustad untuk terus berkomunikasi dan memantau perkembangan alumninya, dalam hal ini pimpinan Al Manar memberi kepercayaan kepada Ust. Ikhram, M. Amin, SS. M. Pd yang saat itu menjabat sebagai Kabag. Pengasuhan Santri untuk membimbing setiap alumninya dan melaporkan pada pimpinan setiap perkembangan alumninya.

Alumni Pesantren Al-Manar membentuk sebuah wadah bersama yaitu IFA (Ikatan Famili Al Manar), dalam hal ini tidak hanya alumni yang bergabung dengan IFA, bahkan santri yang pernah mengecap pendidikan bersama Al Manar tetap bisa bergabung dibawah naungan IFA walaupun santri tersebut hanya satu, dua atau tiga tahun menjalankan masa pendidikan di Pesantren Modern Al Manar. IFA sendiri hari ini diketuai oleh M. Amirza, merupakan salah seorang santri Perdana Pesantren Modern Al Manar. Alumni pesantren ini mulai tahun pertama hingga hari ini banyak yang telah melanjutkan pendidikannnya di dalam dan diluar negeri. Di dalam negeri ada di antara mereka yang melanjutkan pendidikan tinginya ke Unsyiah dan IAIN Ar Raniry, ada juga yang belajar hafihd atas biaya Pemkab Aceh Besar ke Solo dan Bogor, sedangkan yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, pilihan utama mereka yaitu Negara Mesir, Tunisia, Turki, Oman, Yaman, Qatar dll.

PESANTREN MODERN AL MANAR PASCA TSUNAMI
Di kala gempa dan gelombang tsunami melanda Propinsi Aceh pada tanggal 26 Desember tahun 2004, masyarakat Aceh pada saat itu kehilangan harta benda bahkan nyawa. Aceh berduka, pesantren pun terkena imbas dari gempa, bahkan pada saat itu pesantren menghentikan kegiatan belajar mengajar secara formal selama 6 bulan, walaupun pengajaran diliburkan tetapi mayoritas santri tetap tinggal di pesantren karena sebahagian dari mereka kehilangan tempat tinggal dan keluarga. Hal inilah yang mendorong Asatiz Al Manar secara kebersamaan untuk mejaga amanah wali santri yang telah menitipkan anaknya. Allah telah mengambil kembali hal yang paling berharga dalam santri-santri dan asatiz, yaitu orang tua santri dan keluarga para asatiz yang selalu memberi motivasi anak-anak mereka untuk melanjutkan amanah Agama ini.

Gempa yang berkekuatan 8.9 skala telah membuat kubah Mesjid Jami’ Al-Maidah Al Manar roboh dan bangunan-bangunan asrama retak dan tidak dapat dihuni lagi, walaupun secara langsung Al Manar tidak terkena gelombang air tsunami, tetapi akibat gempa yang begitu dahsyat santri mulai trauma dan takut tidur di dalam asrama. Maka mulailah santri tinggal di bawah tenda-tenda bantuan Pemerintah Pusat, maupun NGO pada waktu itu. Allah tetap meberikan keyakinan dan semangat di dalam jiwa-jiwa asatiz Al Manar dalam meneruskan risalah Agama ini, dua minggu setelah Tsunami NGOpun mulai berdatangan baik dalam negeri maupun luar negeri untuk membantu rakyat Aceh pada umumnya dan juga menyalurkan bantuan pada Pesantren Modern Al- Manar pada khususnya.

Ada beberapa negara yang pernah membantu Pesantren Al Manar, diantaranya Oman , NGO An-Nida Malasyia yang memberi bantuan pendidikan hingga akhir pendidikan santri-santri korban Tsunami, Balai Baca An-Nida Malasyia dekat Kantin Pesantren Modern Al Manar. Negara Turki, Republik Rakyat China mendirikan gedung anti gempa yang sekarang digunakan untuk OSPA dan Perpustakaan Al Manar, Jepang mendirikan bangunan Asrama Putri, sedangkan dari pemerintah pusat selain sembako dan tenda juga memberi bantuan Rp. 200.000.000 untuk pendirian gedung Asrama Hamzah Al-Fansuri melalui Menteri BUMN Sugiarto pada saat itu dll.

——-sekian———

 

DCIM100MEDIADJI_0006.JPG