Pusat Pelayanan:

Tegaskan Masalah Sistem dan Disiplin Pesantren, Pimpinan Pesantren : Santri Jangan Sering Izin Pulang

Wajib Baca

Santri Al Manar Raih Juara Satu Cabang Fahmil Quran di Festival PAI

ALMANAR.PONPES.ID – Santri Pesantren Modern Al Manar berhasil meraih juara satu cabang Fahmil Quran pada Festival PAI(Pendidikan Agama Islam) di Universitas...

Santri Pesantren Al Manar Antusias Mengikuti Vaksinasi

ALMANAR.PONPES.ID – Selasa, 28 september 2021, Pesantren Modern Al Manar menggelar vaksinasi covid-19, untuk santri dan dewan guru di aula pesantren...

Santri Akhir Pesantren Al Manar Ikuti Ujian TOEFL dan TOAFL

ALMANAR.PONPES.ID – Bagian Bahasa Pesantren Modern Al Manar mengadakan ujian TOEFL (Test Of English Foregent Language) dan TOAFL (Test Of Arabic...

ALMANAR.PONPES.ID – Dalam amanat pembukaan ujian santri kelas akhir, Sabtu, (31/10/2020), Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. Ikhram M. Amin, M.Pd kembali menegaskan kepada seluruh santri mengenai sistem dan disiplin pesantren yang harus diikuti dan dipatuhi oleh santri.

Pimpinan pesantren yang sedang mengambil program doktor di UIN Ar Raniry ini menekankan poin penting mengenai perizinan santri, khususnya masalah perizinan hari jum’at. Beliau menegaskan bahwa perizinan di pesantren tidak sama dengan sekolah diluar, perizinan hari Jum’at yang berlaku di pesantren diperuntukkan bagi santri yang memiliki keperluan dan kepentingan yang mendesak, yang sifatnya urgent setelah dinilai dan diizinkan pulang oleh bagian pengasuhan santri.

“Al Manar memberikan izin bagi santri yang perlu dan butuh, bukan setiap Jum’at harus izin, tidak ada aturan seperti itu, maka pengasuhan santri harus tegas, apapun resikonya, kadang-kadang orang tua wali santri marah” tegasnya

“jika ada orang tua yang marah, yasudah, orang tuanya yang belajar disini, santrinya izinkan pulang, biar orang tua wali santri paham disiplin pesantren, memang aturan pesantren ketat dalam memberi izin, ini harus dipahami oleh wali santri, ini pesantren, beda dengan sekolah diluar, ” tambahnya

Penekanan mengenai perizinan ini dipicu karena maraknya santri dan wali santri meminta izin pulang pada hari Jum’at kemarin, setelah ulangan umum selesai, santri berbondong-bondong meminta izin yang menganggap seperti sekolah diluar adanya perizinan libur setelah melalui ujian.

Kepada seluruh santri pimpinan pesantren mengingatkan jika ingin sukses di pesantren, santri jangan sering izin pulang, santri harus mengikuti semua kegiatan pesantren, aturan dan disiplin pesantren.

Dan kepada wali santri beliau berharap agar bekerjasama dengan pesantren untuk kesuksesan anak, wali santri diharapkan harus memahami sistem dan disiplin pesantren seperti yang telah disampaiakan pada saat sosialisasi masalah pesantren sebelum santri masuk pesantren.

Pengasuhan santri juga diminta untuk memperketat masalah perizinan selama bulan maulid ini, jangan ada santri yang pulang karena ada kenduri maulid di rumah. Karena jika semua santri diizinkan pulang karena ada kenduri maulid, maka akan banyak santri yang pulang.

Pesantren memberi solusi bagi wali santri yang ada hajatan membuat kenduri maulid di rumah agar tidak membawa pulang santri, cukup dengan mengantar makanannya saja ke pesantren, sehingga santri juga bisa berbagi dengan teman-teman yang lain seadanya.  

santri kelas akhir sedang serius mengikuti ujian

Syarat Ikut Ujian di Pesantren Santri Harus Lunas SPP

Dalam kesempatan tersebut beliau juga menyinggung tentang sistem mengikuti ujian di pesantren yang mewajibkan santri harus lunas membayar biaya pendidikan SPP, bagi yang tidak lunas tidak diperbolehkan mengikuti ujian sesuai dengan perjanjian awal masuk pesantren yang telah disepakati dan ditanda tangani surat penjanjiannya oleh orang tua wali santri.

“Semua santri disini sama-sama belajar, sama-sama makan di dapur, sama-sama menerima hak dan mengikuti kewajiban disini,  makanya semua santri diwajibkan membayar SPP, tidak ada pilih kasih, kecuali santri yatim fakir yang mendapatkan beasiswa dari pesantren, ini sistem pesantren”

“ini harus ustadz jelaskan kepada kalian, jangan sampai santri ada persepsi  bahwa pesantren mencari uang, tidak ada, demi Allah ! pesantren ini berkhidmat, sehingga apa saja yang dibangun oleh pesantren, fasilitas itu sumbernya dari bantuan dan santri-santri, itu pun jika ada kekurangan dana, pesantren akan mencari donatur tanpa terikat, dibantu karena dipercaya, ikhlas karena Allah” tegasnya serius dihadapan seluruh santri.

Selain itu beliau juga menambahkan tidak boleh ada pengumpulan uang nonresmi antar santri, bahkan jika ada santri individu maupun kelompok ingin membantu temannya yang menunggak SPP, juga tidak diperbolehkan mengumpulkan uang tanpa seizin bagian pengasuhan santri.

“tidak boleh ada pengumpulan uang nonresmi antar santri, individu maupun kelompok, apapun alasannya, termasuk membantu kawan yang menunggak SPP, kecuali jika dizinkan oleh bagian pengasuhan santri, kalian datang minta izin ke bagian pengasuhan santri, jika dizinkan baru boleh membantu, pesantren bukan melarang membantu sesama, tapi di pesantren ada sistem, karena uang yang ada pada santri sumbernya dari orang tua masing-masing santri, harus diketahui oleh orang tua masing-masing melalui pengasuhan santri” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Santri Al Manar Raih Juara Satu Cabang Fahmil Quran di Festival PAI

ALMANAR.PONPES.ID – Santri Pesantren Modern Al Manar berhasil meraih juara satu cabang Fahmil Quran pada Festival PAI(Pendidikan Agama Islam) di Universitas...
- Advertisement -

Lebih Banyak Artikel Seperti Ini